ASAL-USUL & PERJALANAN DESA
Sejarah Desa Nanga Sayan
Desa Nanga Sayan dahulu merupakan sebuah wilayah yang terdiri dari gabungan empat kampung utama, yaitu:
โข Kampung Mempahung
โข Kampung Tanjung Sayan
โข Kampung Nanga Sayan
โข Kampung Siling
Wilayah ini berada di daerah aliran sungai (nanga berarti muara atau pertemuan sungai dalam bahasa Dayak/Melayu setempat), yang menjadi ciri khas banyak desa di Kabupaten Melawi. Nama "Nanga Sayan" sendiri merujuk pada lokasi muara atau pertemuan Sungai Sayan, dan daerah ini memiliki sejarah panjang sebagai bagian dari pemukiman masyarakat Dayak serta pengaruh adat istiadat lokal. Kecamatan Sayan secara keseluruhan dikenal dengan keberagaman budaya, legenda masyarakat (seperti cerita Dayang Ageh), serta upaya pelestarian jejak leluhur melalui ekspedisi budaya.
Sebelum pemekaran, Nanga Sayan berfungsi sebagai desa induk yang mencakup wilayah-wilayah tersebut, dengan penduduk yang hidup dari pertanian, perkebunan, dan aktivitas di sekitar sungai.
Pemekaran Desa pada Tahun 2007
Pada tahun 2007, terjadi pemekaran desa yang signifikan di wilayah Kecamatan Sayan, sesuai dengan Peraturan Daerah Kabupaten Melawi Nomor 29 Tahun 2007 tentang Pembentukan Desa-desa baru. Desa Nanga Sayan dimekarkan menjadi empat desa terpisah, yaitu:
โข Desa Lingkar Indah (dari Kampung Mempahung)
โข Desa Sayan Jaya (dari Kampung Tanjung Sayan)
โข Desa Siling Permai (dari Landau Siling)
โข Desa Nanga Sayan (sebagai desa induk yang tersisa dari Kampung Nanga Sayan)
Pemekaran ini bertujuan untuk mempermudah pelayanan pemerintahan, pembangunan, dan administrasi kepada masyarakat di wilayah yang semakin berkembang. Setelah pemekaran, Desa Nanga Sayan tetap menjadi pusat atau desa induk di kecamatan tersebut, dengan ibu kota kecamatan juga berada di wilayah Nanga Sayan.
Daftar Kepala Desa
Pemekaran dan perkembangan desa ini terjadi di masa kepemimpinan beberapa kepala desa berikut:
โข M. Ridwan Saidy (sampai tahun 2011) โ Memimpin pada masa transisi pemekaran.
โข Sukri (sampai tahun 2016) โ Melanjutkan pembangunan pasca-pemekaran.
โข Amran Z (periode 2017โ2022) โ Fokus pada penguatan infrastruktur dan kesejahteraan masyarakat.
โข Bambang Surianto (sebagai Kepala Desa definitif periode 2022โ2030).


Bambang SuriantoKepala Desa

